Kompetensi guru untuk jejang sekolah dasar (SD) tidak lebih baik dari
kompetensi guru taman kanak-kanak (TK). Kompetensi guru-guru SD
memprihatinkan, kalah dengan guru TK. Rendahnya kompetensi guru yang
bisa berpengaruh terhadap kualitas layanan pendidikan siswa SD ini
umumnya terjadi di kalangan guru kelas rendah atau kelas 1-3.
Berdasarkan hasil uji kompetensi awal (UKA) yang digunakan untuk
menyeleksi guru yang boleh ikut kuota sertifikasi guru tahun 2012 secara
nasional melalui
pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG),
kompetensi guru SD terendah dibanding guru jejang yang lain, bahkan di
bawahnya yaitu guru TK. Kompetensi guru SD rata-rata adalah 36,85,
sedangkan guru TK rata-ratanya 58,87.
Begitu pun pada
hasil uji kompetensi guru (UKG) yang diikuti oleh guru SD bersertifikat, juga menunjukan kompetensi guru SD tetap terendah. Dikutip dari
kompas.com
(06/09/12) kompetensi pedagogik guru SD rata-rata 42,10, sedangkan guru
TK rata-rata 44,31. Adapun kompetensi profesional guru SD rata-rata
41,26, sedangkan guru TK rata-rata 45,77.
Bagi guru yang tidak lolos dalam UKA harus mengikuti Diklat Pasca-UKA
yaitu guru-guru yang skornya di bawah 30 pada pelaksanaan ujian untuk
menentukan guru yang layak ikut kuota sertifikasi tahun ini yang diikuti
32.000 guru. Sebagian besar ketidaklulusan dialami guru-guru SD.
Sebagian besar terjadi untuk guru-guru kelas rendah, yang memang usianya
sudah 40 tahun ke atas.
Uji kompetensi guru yang diadakan pemerintah sebenarnya untuk menguji
kompetensi minimal dalam penguasaan materi yang diajarkan di jenjang SD
yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pegetahuan Sosial,
Pendidikan Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Ada juga soal
penguasaan materi kebijakan pengembangan profesi, pendidikan karakter
bangsa, dan hakikat pendidikan di SD.
Penyebab rendahnya nilai uji kompetensi disebabkan para guru SD ini
memang minim diklat rutin untuk menyegarkan pengetahuan mereka. Para
guru juga terlihat tidak memiliki sikap profesional untuk mengembangkan
diri sendiri karena minimnya motivasi dan inspirasi dari penanggung
jawab pendidikan.
Pada ujian kompetensi guru yang dilaksanakan pemerintah,
materinya
juga mencakup kelas tinggi. Pada kenyataan di lapangan, banyak guru
kelas rendah yang umumnya berusia lebih tua tetap mengajar di kelas
rendah selama belasan hingga puluhan tahun. Sedangkan guru yang lebih
muda umumnya senang mengajar di kelas atas karena mengajar di kelas
bawah dianggap sulit.