Belajar itu menyenangkan. Tapi,
siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu?
Jawabannya adalah siswa. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar
mereka sendiri. Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan
merupakan dambaan dari setiap peserta didik. Karena proses belajar yang
menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna
menghasilkan produk belajar yang berkualitas. Untuk mencapai keberhasilan
proses belajar, faktor motivasi merupakan kunci utama. Seorang guru harus
mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif
dalam belajar. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang
baik terkait dengan motivasi “mengapa siswa belajar”, yaitu (1) motivasi
intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan),
(2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi:
reward atau punishment), (3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan
gagasannya ingin dihargai), dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena
ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang
diberikan oleh gurunya).